Radio Komunitas Shakti

FM 107,8 MHz

Nama Radio : Radio Komunitas Shakti FM

Alamat : Grha Taruna Bhakti Kompleks Balai Desa Merden, Kec. Purwanegara,

Kab. Banjarnegara

Frekuensi : 107,8 Mhz

Slogan Radio : Mangan Ora Mangan Asal Kumpul,

Kondisi Masyarakat Di Wilayah Radio

Radio komunitas Shakti FM berada di desa Merden kecamatan Purwanegara kabupaten Banjarnegara dengan mata pencaharian penduduknya sebagai petani, pedagang, guru/PNS. Selain radio komunitas, akses masyarakat terhadap media lain adalah media televisi dan koran.

Proses Pendirian

Radio komunitas di Desa Merden sudah ada sejak tahun 1997, waktu itu radio sebagai media informasi kegiatan kepemudaan/karang taruna yang mengudara hanya pada bulanbulan tertentu (Juni-Agustus) nama radio waktu itu SBU FM. Sejak tahun 2002 berubah nama menjadi radio komunitas Shakti. Sejak tahun 2003,

Pada tahun 1997 dengan peralatan yang sederhana dan tiang antena dari bambu, biaya yang dibutuhkan kira-kira hanya Rp. 500.000 (lima ratus ribu) saja. Setelah mendapatkan inisiasi dan mengikuti berbagai pelatihan, pada tahun 2003 radio komunitas membenahi gedung/studio, pengadaan peralatan, tiang pemancar dan sebagainya dengan total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp. 18.000.000 (delapan belas juta rupiah).

Sebagian besar dana didapat dari swadaya/iuran warga. Sebagian lagi berupa bantuan tenaga dalam pembangunan studio dan tiang pemancar, sisanya didapat dari subsidi organisasi karang taruna. Beberapa perangkat siaran terpaksa hutang yang pembayarannya dengan cara mengangsur setiap bulannya. Pada awal berdiri, peralatan yang dimiliki oleh radio komunitas ini adalah pemancar radio rakitan, antena standar, mixer rakitan, mikrophone, tape recorder.

Sejak tahun 1997-2002 hanya mengudara pada bulan Agustus-Juli dengan jam siaran tidak menentu.Sekarang radio komunitas mulai mengudara pada pukul 12.00 – 22.00 dengan isi siaran informasi, hiburan dan pendidikan.

Secara prinsip tidak ada yang keberatan dengan berdirinya radio komunitas, apa lagi sejak diinisiasi, elemen pertama masyarakat dilibatkan. Protes muncul pada saat uji coba siaran, dimana mengganggu siaran televisi (TVRI), namun hal itu bisa diatasi secara perlahan.

Untuk itu pihak radio komunitas berusaha untuk mensosialisasikannya melalui pertemuan-pertemuan baik formal maupun informal, relawan radio komunitas menginformasikan pada masyarakat luas keberadaan radio komunitas. Yayasan Mapel membantu membuatkan poster dan leaflet yang dibagi-bagikan pada para penduduk. Melalui sekolah-sekolah, radio juga disosialisasikan pada siswa.

Program Siaran

Dikarenakan penduduk/warga lebih punya waktu untuk mendengarkan radio pada waktu sore dan malam, relawan penyiar juga lebih banyak memiliki waktu untuk siaran pada jam-jam yang ditentukan. Dan jika radio komunitas mengudara non stop dalam durasi yang lama, tentu membuat biaya listrik melonjak tinggi maka radio komunitas ini mengaktifkan siarannya selama 5 jam. Program siaran secara umum terbagi dalam 3 program (informasi, hiburan dan pendidikan), yang oleh para relawan penyiar disusun berbagai bentuk program siaran seperti : merden punya peristiwa penting, obrolan kesehatan dan lingkungan, satu jam bersama Iwan Fals dan Dewa, kilasan peristiwa dll.

Penentuan program dan jam siaran dilakukan oleh dewan penyiaran yang terdiri dari perwakilan elemen warga membuat aturan umum (semacam kode etik) yang oleh lembaga penyiaran dan para relawan penyiar diuraikan dalam program siaran yang lebih luas dalam musyawarah bersama.

Untuk mendapatkan feedback dari pendengar, radio komunitas Shakti FM memuat program interaktif dan mendapat respon balik dari pendengar. Program siaran itu biasanya melibatkan nara sumber tertentu (pak lurah, dokter, tokoh lokal). Prosentasi acara hiburan 30%, informasi 30%, budaya 20% dan pendidikan 20%. Sedangkan untuk program siaran informasi bersumber dari informasi-informasi lokal pada tingkat desa-kecamatan, nara sumber berasal dari lingkup wilayah itu. Penyiar punya kebebasan untuk mencari informasi lokal dan menyiarkannya. Informasi yang bersifat regional/nasional bersumber dari media lain (koran, majalah dan televisi). Informasi yang disiarkan dan dibutuhkan adalah informasi tentang kesehatan dan lingkungan, informasi dunia pendidikan, informasi seputar pembangunan desa, hasil musyawarah desa dan sebagian kecil informasi sosial politik. Yang dibutuhkan warga adalah informasi keberadaan anak/sodara yang sedang berada di luar negeri. Beberapa warga punya ide, anak/sodara yang di luar negeri bisa mengirimkan berita melalui (telp, sms, email) terhadap radio komunitas, dan radio menyiarkannya pada masyarakat). Sedang program yang menjadi andalan dan paling digemari di radio komunitas ini adalah obrolan sore dan “guyon mathon” (semacam reality show dalam bahasa Banyumasan). Dalam menyusun program siaran tidak ada kendala yang berarti, dalam produksi siaran belum banyak relawan radio komunitas yang memiliki keahlian dalam memproduksi siaran secara digital, selain perangkat dan peralatan yang belum memadai.

Kepemilikan

Radio komunitas Shakti FM ini dimiliki oleh komunitas yang direpresentasikan melalui dewan penyiaran komunitas. Proses perwujudan terhadap kepemilikan bersama adalah segala peralatan radio didapat secara bersama-sama, maka alatpun menjadi milik bersama yang digunakan untuk kepentingan bersama pula dalam radio komunitas. Dalam koridor umum yang dibuat dan disahkan oleh dewan penyiaran, tersebut klausal bahwa semua peralatan tidak boleh dijual dan dipinjamkan diluar untuk kepentingan radio komunitas.

Proses pengadaan alat diputuskan berdasarkan musyawarah lembaga penyiaran dan memberitahu dewan penyiaran tentang kebutuhan pengadaan alat, dewan membantu mencarikan solusi kebutuhan biayanya, yang bertanggung jawab secara teknis adalah koordinator lembaga penyiaran (eksekutif), statusnya menjadi milik radio komunitas. Karena ada aturan bersama yang telah mengatur kepemilikan alat, maka tidak ada yang boleh mengklaim atas kepemilikan alat, kecuali alat yang bersifat pinjaman dari perorangan/lembaga lain.

Struktur Kelembagaan Radio Komunitas

Struktur kepengurusan radio komunitas terdiri dari organisasi representasi warga berupa perwakilan (kelompok kesenian, tokoh agama/masyarakat, lembaga desa/kecamatan, karang taruna, Yayasan Mapel, guru dan forum komite sekolah dalam organisasi yang bernama Dewan Penyiaran Komunitas (DPK). Struktur DPK terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota yang dipilih dengan cara pemilihan suara. Selain DPK, ada organisasi berupa lembaga penyiaran radio shakti yang terdiri koordinator dan beberapa divisi (program siaran, produksi, teknis dan penyiar). Radio komunitas Shakti FM sudah memiliki lembaga yang merupakan representasi komunitas yaitu Dewan Penyiaran Komunitas yang akan memastikan radio komunitas bisa berperan. Organisasi ini berdiri sejak tahun 2003 Sebagai anggotanya adalah perwakilan organisasi/paguyuban tingkat warga, masing masing organisasi/paguyuban tersebut mengirimkan perwakilannya 1 orang untuk duduk dalam Dewan Penyiaran Komunitas, proses pemilihan pengurus melalui proses demokratis.

Kadang-kadang radio komunitas Shakti FM ini mengadakan acara khusus yang bersifat insidental yang diisi oleh para anggota lembaga. Keputusan yang sudah diambil lembaga ini adalah adalah susunan pengurus, kemudian kode etik siaran, dan soal status alat-alat yang dimiliki radio komunitas.

Mekanisme Kaderisasi

Perekrutan penyiar atau aktivis radio komunitas melalui pengumuman, permintaan pada

pihak sekolah untuk mengisi siaran dan rekruitmen langsung. Bila diambil rata-rata umur 10- 15, pelajar SD/SMP (jumlah penyiar 20), jumlah penyiar 4 (umur 16-17, pelajar SMU), jumlah penyiar 7 (umur 20-30, mahasiswa dan wiraswasta), jumlah penyiar 3 (umur 30-60, pns, swasta dan pensiunan).

Ada pelatihan rutin formal, pelatihan informal atau magang yang diselenggarakan atau diikuti oleh radio komunitas tersebut.

Dana Operasional

Setiap bulannya radio komunitas Shakti FM membutuhkan biaya rata-rata perbulan yang dikeluarkan mencapai Rp. 225.000 (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah) untuk listrik Rp. 75.000, membayar hutang alat Rp. 100.000, atk dan lain-lain Rp. 50.000, biaya-biaya lain yang bersifat insidental, untuk pembelian kaset, alat dan perawatan tidak bisa ditentukan.

Sumber pendanaan ini diperoleh dari dana didapat dari jasa pembayaran listrik, karena radio komunitas juga melayani jasa pembayaran listrik warga (sejumlah 800 pelanggan)

dengan sumbangan warga untuk radio komunitas dan kegiatan kepemudaan Rp. 500,- setiap bulannya. Bila dana yang dibutuhkan dalam jumlah besar untuk pembiayaan pembelian alat misalnya, perolehan dana ditentukan oleh DPK. Radio komunitas Shakti FM memiliki rencana untuk mendapatkan sumber dana dari tempat lain. Radio komunitas Shakti FM merencanakan untuk menjual beberapa barang seperti kaos, stiker dan handmade lain dengan logo Shakti FM.

Program Siaran

Jenis-jenis siaran yang diproduksi adalah iklan layanan masyarakat, dan fragmen 1 babak. Dengan cara recording system digital. Radio komunitas Shakti FM sering mengadakan acara off air, live show atau interaktif dialog seperti pagelaran wayang kulit, karawitan, ceramah dan diskusi.

Alat

Alat yang digunakan antara lain pemancar dan antena, mixer, komputer dan player VCD, microphone, wireless, telp PSTN dan handphone. Adapun cara untuk mendapatkannya pemancar dan antena (rakitan), yang beli (mixer, komputer & player VCD, microphone, wireless, telp PSTN dan handphone. Rakitan radio komunitas berasal dari teknisi radio.

Kerusakan radio ini ditangani oleh teknisi radio. Untuk sementara ada 2 orang teknisi yang secara khusus menangani kerusakan radio komunitas Shakti FM.

2 responses

27 03 2009
zbeqgmi

YDDO1t qqjlsjjqgspi, [url=http://jdrwrpcqwwdt.com/]jdrwrpcqwwdt[/url], [link=http://lemunbbmafsh.com/]lemunbbmafsh[/link], http://xjqgkkgvjgdl.com/

27 01 2010
inyong

r

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: