SATRIA PININGIT TELAH MUNCUL !!!!

12 03 2008

Siapakah penerima wahyu kedaton?

Siapa dan dimana Satria piningit?

Banjarnegara seiring di undangkannya uu no 32 tahun 2004 bahwa pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara langsung, maka orang orang sudah mulai rame membicarakan pemilihan Bupati Banjarnegara, Dari orang kantoran sampai orang thongkrongan ( duduk duduk ) di pos ronda,dari orang gedongan sampai orang pinggiran, dari golongan intelek, petani sampai para normal, mereka asik membicarakannya. Dari masalah bibit, bebet, bobot, PDLT,KKN semua dikupas habis anatara kekurangan dan kelebihannya. Bahkan sampai masalah orang orang dekat, kroni kroni tim sukses dll, semua dionceti kaya mengupas salak local semua harus bersih sampai klamadannya.Yang tidak kalah seru dan menariknya dari mereka adalah diskusinya kalangan para normal.Dari kelompok orang orang yang mempunyai daya linuwih yang punya kemampuan menembus alam metafisik ( kasap mata ). Melihat situasi yang sudah sedemikian hangat maka mereka jadi tidak tahan turun ajang angkat bicara untuk menjlentrehkan masalah wahyu kedaton dan satrio piningit, yang nantinya akan jadi ratu adil atau pemimpin masa depan.

Untuk itu kami dari tim redaksi mencoba menelusuri mencari sumber sumber berita yang akurat dan mencoba mengikuti diskusi kelompok mereka. Dengan susah payah kami ahirnya dapat menemukan mereka yang kebetulah sedang berkumpul di bumi watu belah sebelah barat igir Cempaka. Disitu ada ki Purwa paranormal muda yang sedang naik daun kata pengikut setianya dia menguasai ilmu karomah dan pencak ajaib. Ada juga mbah Anwar dari pekalongan, ada juga kang kharis yang sedang laku rialat dan banyak anak muda murid padepokan yang ikut. Konon mereka sedang meneliti fosil fosil yang ada diwatu belah.

Pertemuan waktu itu banyak membahas hasil `uzlah (mengasingkan diri dari keramaian/meditasi) di pengadon igir cempaka sebuah bukit tertinggi dipegunungan selatan Banjarnegara, diatas bukit ada telaga yang konon dulu digunakan untuk tempat adu jago oleh raden Kamandaka.

Menurut ki Purwa pemilihan Bupati secara langsung itu sama dengan pemilihan Kepala desa, karena itu ada wahyunya, ada wewaler dan ada pakemnya. Jadi tidak sembarangan kalau ingin hasilnya baik. Tapi kalau jor joran (asal asalan) ya hasilnya juga jur juran.

Maksud adanya wewaler dan pakem itu artinya yang jadi itu momot menerima wahyu dan tidak lepas dari bebet, bibit,bobot. Lalu di tanyakan pada Ki Purwa Siapa Satria Piningit itu ? Menurut ki Purwa Satria piningit itu kan orang yang dikemudian hari akan menjadi pemimpin yang mampu membawa kemajuan, keadilan dan kemakmuran, dan itu pemimpin yang ikhlas mengabdi untuk rakyatnya. “ lalu cirri cirinya bagaimana ki? “ Tanya orang yang disekelilingnya. “ cirri lainnya itu sebenarnya sudah terlihat sejak kecil bahkan ada yang lahirnya sudah istimewa, tapi yang jelas sejak kecil dia sudah kelihatan watak kepemimpinannya. Dari cara bicaranya, kemampuannya dan juga kharismanya” barangkali itu sebagian cirri satrio piningit yang bias terlihat dari mata orang awam. Dan ada tanda khusus yang tidak semua orang tahu kecuali orang yang mempunyai daya linuwih.

“ Ki apa cirri cirri satrio piningit seperti yang embah ceritakan ada di Banjarnegara?” kata orang yang ikut mendengarkan.

“Ada” jawab Ki Guntur dengan tegas

“ Siapa ki!” desak pendengar lainnya dengan penuh ingin tahu.

“ Lah, kalau siapa ini belum saatnya saya katakana nanti jadi salah presepsi, tapi yang jelas kalau dilihat dari aura serta bibit bebet,bobotnya orang tersebut menjadiorang penting di banjarnegara karena pengabdiannya pada kegiatan social kemasyarakatan dan dia bukan orang kaya secara materi, karena orang seperti itu biasanya hartanya habis untuk kegiatan social” . mendengar penjelasan tersebut orang orang jadi berfikir siapa orang yang dimaksud oleh ki Guntur. Orang orang mulai mengira ira dari pejabat, tokoh masyarakat, tokoh partai dll tapi belum ada yang pas menurut mereka. “ Barangkali malah ketua Karang taruna Indonesia Kabupaten banjarnegara, dia kan sekarang aktif di empat organisasi di tingkat Kabupaten belum yang di tingkat kecamatan dan desa. Dari Nasabnya dia masih keturunan Bupati Wirasaba, kalu dilihat dari prestasi dan pengabdiannya juga tidak di ragukan,” kata kang kharis dengan penuh keyakinan. Akhirnya kami dari tim red menemui ketua karang taruna Indonesia yang kebetulan beliau juga Kepala Desa Merden.

Kami menuju rumah beliau di dukuh Karangkajen Merden. Ketika di temui beliau baru pulang dari Sholat Jama`ah di masjid Al Falaah. Tim Red dipersilahkan masuk ke rumahnya yang baru setengah jadi alias temboknya belum di semen, tapi kami lebih tertarik ngobrol di rumah depan yang mirip pendopo jaman kademangan, kata pak Kades rumah itu dibangun tahun 1700 dan konon rumah itu dulu di tempati seorang tumenggung. Kami pun duduk di risban di atas lantai yang belum di flur.

Ternyata Kades yang nama lengkapnya Achmad Badrussalam yang biasa sehari harinya dipanggil kang Badru orangnya gagah simpatik ramah dan cukup gaul. Dari sikap dan pemikirannya terlihat orang yang punya kepekaan social serta semangat pengabdian yang tinggi.

Setelah kami duduk sambil menikmati hidangan khas merdenkamipun mulai membuka pertanyaan sekitar pemilihan Bupati.

“ Mas Badrus pemilihan Bupati masih lama kurang lebih satu setengah tahun tapi grengsengnya sudah begitu hangat bagaimana menurut mas Badru?”

“ Ah biasa saja, dalam Demokrasi itu hal yang wajar apalagi ini pemilihan yang pertama dan langsung, kalau ada sedikit perang urat saraf itu sangat lumrah namanya saja barang pertama!”

“ Menurut Mas siapa yang paling tepat memimpin Banjarnegara kalau dilihat dari sekian banyak calon yang mulai muncul?”

“ Saya selaku ketua Karang Taruna Indonesia Kabupaten tidak akan orang per orang tapi lebih menitik beratkan pada kwalitas dan komitmen terhadap kemajuan Banjarnegara secara Umum dan lebih khusus persoalan generasi muda”

“ Mas panjenengan kan punya jaringan dan infra struktur yang kuat, lewat orang keagamaan, Karang Taruna, Paguyuban perangkat dan Kades, serta organisasi olah raga ,dan organisasi Radio antar penduduk dll. Apakah panjenengan nggak ingin maju sendiri kan sudah punya modal yang sangat strategis yang mungkin tidak dimiliki calon lain”

“ Ah jangan ngeledek! Saya sampai sekarang tidak terlintas dalam pikiran untuk nyalon Bupati. Komitmen saya insya Alloh masih utuh pada penanganan permasalahan kesejahteraan Sosial khususnya Generasi muda”

“ Menurut informasi ada calon yang melirik panjenengan bahkan menurut paranormal yang saya temui panjenengan termasuk Satrio Piningit “

“ Ha….ha….ha…! ada ada saja! Kalau dilirik mungkin saya paling sering dilirik karena setiap hari saya kumpulan. Tapi kalau yang dimaksudkan demikian itu terlalu berlebihan sebelum terjadi saya sarankan jangan”

“Tapi seandainya ada yang nggandeng panjenengan mau mas?”

“ Udahlah kita bicara anadai andai lumut saja yang romantis daripada bicara polityik pusing! Yang jelas mas dengan berbagai jabatan yang saya emban saya lakukan itu sebagai sebuah amanat, itu sudah sangat berat bias ora lali turu. Apalagi kalau ditambah jabatan yang ada untungnya aduh… mau jadi apa saya untuk mempertanggung jawabkan itu dihadapan Tuhan!”

“ Iya bener mas Jabatan bukan soal gengsi gengsian tapi lebih dari sebuah amanat yang harus dijaga dan dipertanggung jawabkan terutama dihadapan Tuhan. Terima kasih mas semoga mas selalu diberi kekuatan lahir batin “


Aksi

Information

2 responses

18 10 2010
jiwa yuda pinandita

bagus……………….100 x

18 10 2010
jiwa yuda pinandita

good

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: