merden dalam ingatan

12 02 2012

Nama besar Merden sebagai Kota Kadipaten sekarang tinggal sejarah masa lalu yang sudah tidak banyak diketahui oleh generasi sekarang. Semua sudah musnah ditelan zaman. Tak sebuah pun peninggalan yang bisa dipertahankan dari kebesaran masa lalu, semua telah hancur oleh peperangan saudara yang tak kunjung padam, yang telah banyak membawa korban jiwa raga, harta benda. Semua berakhir tanpa ada yang kalah dan menang. Semua mengalami kehancuran peradaban sehingga kejayaan kejayaan masa lalu yang terjadi di Merden hanya sepotong-sepotong melalui serita babad yang disampaikan lewat kethoprak atau wayang golek, itupun sangat fariatif tidak urut dan utuh penyampaiannya.

Yang memprihatinkan adalah tidak terpeliharanya peninggalan berharga masa lalu sebagai dokumen penting sebagai data sejarah yang bisa dipelajari. Benda pusaka kademangan, buku babad, telah hilang tidak jelas keberadaanya. Yang  masih menjadi saksi sekarang  tinggal makam-makam tua para pelaku sejarah masa lalu yang juga sudah tidak begitu terawat.

Akankah merden benar benar musnah karena perang saudara?





Mengembalikan Senyum Bangsa

28 02 2009

BANGSA Indonesia kaya dengan beragam sumber daya alamnya. Ada sebuah kekayaan lain yang kita miliki, dan tak ternilai harganya, yaitu senyuman. Tak semua bangsa punya kekayaan ini. Singapura saja perlu mengadakan terapi khusus untuk rakyatnya agar mau tersenyum dan kelihatan ramah guna menyambut wisatawan yang datang di negeri singa itu.

Rakyat Indonesia tak perlu latihan kalau hanya tersenyum. Tak perlu juga negara mewajibkan rakyatnya pura-pura tersenyum agar kelihatan ramah. Bangsa yang besar ini punya rakyat yang tak hanya ramah tapi juga pandai tersenyum. Senyumnyapun bukan dibuat-buat, tapi senyum yang tulus dari dalam hati.

Dulu, kemanapun anda pergi ke pelosok negeri ini  mulai dari ujung Sumatera hingga pangkal Papua yang anda temukan adalah keramahan rakyatnya dengan senyum mengembang di setiap bibir rakyatnya. Kini, rasanya senyum sudah menjadi barang mahal di negeri ini. Banyak yang hilang dari bangsa ini, rakyat sudah kehilangan senyumnya, kehilangan keramah-tamahannya, kehilangan rasa optimis, berubah menjadi pesimis, skeptis, apatis, dan penuh rasa curiga.

Kenapa rakyat banyak berubah? Rakyat sudah terlampau sering dikecewakan pembuatan kebijakan di negeri ini. Banyak kebijakan yang dibuat tidak pro rakyat. Harapannya pada wakil rakyat yang duduk di kursi legislatif pun tak banyak membantu. Sebagian besar tak benar-benar berjuang untuk kepentingan yang diwakilinya. Rakyat sering menjadi korban dan dibiarkan sendirian serasa tak punya pemimpin yang mampu melindunginya dan mendengarkan keluhannya .Wajar kalau senyuman itu hilang dan berubah menjadi senyum kecut dan getir.

Rakyat pun diajari oleh pembuatan kebijakan untuk merendahkan martabatnya dengan mengantri bantuan yang nilainya tak seberapa. Rakyat tak malu-malu lagi mengaku tak mampu  agar mendapatkan bantuan dan menjadi peminta-minta yang sebenarnya bukan sifat bangsa ini yang pekerja keras.

Seratus tahun sudah bangsa Indonesia memperingati kebangkitan nasional. Dan lebih dari seratus masalah melilit bangsa ini. Namun demikian jangan pernah menyerah terhadap keadaan. Sudah saatnya kita bersama-sama berbuat untuk tidak membiarkan martabat bangsa ini jatuh sampai titik nadir. Alangkah lebih baik bila para pemimpin, politisi, cendikiawan, dan agamawan berlomba-lomba menebar kebaikan dengan melakukan hal-hal yang positif dan menularkan semangat kebangsaan dan sikap optimis ke semua orang dalam setiap kesempatan. Jangan sampai kekayaan terbesar yang dimiliki bangsa ini hilang, yaitu senyum tulus dari bibir-bibir rakyat Indonesia.





Yang Muda Yang Berbuat

28 02 2009

MASALAH bangsa terus mendera seolah tak habis-habis. Namun kita tak boleh putus asa. Kita harus tetap berusaha dan berkarya agar bangsa ini lepas dari kesulitan. Salah satu solusinya: mendorong anak muda untuk berwirausaha. Merekalah yang akan menjadi generasi mandiri dan berkemampuan menciptakan lapangan pekerjaan.

Sebenarnya bangsa ini banyak mempunyai pemuda yang bertalenta tinggi. Mereka masih muda, pintar, produktif dan siap bersaing tak hanya di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Bangsa yang memiliki sumber daya potensial ini tak seharusnya terpuruk. Bersama generasi muda inilah bangsa akan berubah ke arah yang lebih baik.

Majalah Business Week tahun ini membuat daftar 25 Pengusaha Belia Asia Terbaik. Alhamdulillah, ada dua anak muda Indonesia yang masuk dalam daftar pengusaha belia Asia. Kedua anak itu adalah Raden Ari Sudrajat dan Herryanto Siatono. Keduanya masih berusia 30 tahun, namun prestasinya layak diperhitungkan. Kedua anak muda ini besar bukan karena fasilitas tapi karena kreativitas  dan adanya jiwa wirausaha yang tinggi.

Raden Ari Sudrajat adalah seorang CEO Braincode Solution, sebuah perusahaan content provider yang ia dirikan bersama dua orang temannya. Bermodal hutangan 41 juta pada tahun 2005 ia memulai bisnis ini di sebuah rumah kontrakan di Pondok Gede. Kini Braincode memiliki 80.000 pelanggan aktif dari total 200.000 pelanggan yang menggunakan jasanya. Prestasi Braincode tak sedikit, salah satunya mobile comic-nya meraih penghargaan sebagai konten terbaik dari PT Telkomsel. Berikutnya game teka-teki silang yang ia ciptakan juga mendapatkan anugerah terbaik. Kini, Braincode  mampu menyewa kantor sendiri di gedung di Kawasan Kuningan dengan mempekerjakan 22 orang karyawan. Tahun ini juga, Braincode akan membuka kantor cabang di Qatar dan Singapura. Proyeksinya tahun 2009 Braincode sudah bisa go public untuk mengembangkan usahanya.

Sedangkan prestasi Herryanto Siatono juga tak main-main. Anak muda kelahiran Tanjung Balai, Medan ini mendirikan Pluit Solution di Singapura. Pluit Solutions membuat situs http://www.bookjetty.com yang melayani pecinta buku di seluruh dunia dan memungkinkan orang untuk mencari buku serta membuat katalog pribadi. Situs yang ia buat ini terhubung dengan 300 perpustakaan di sepuluh negara yaitu; Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Irlandia, dan Afrika Selatan. Kejagoan anak muda ini juga terbukti juara kedua di ajang perlombaan Xtrema Apps yang diadakan Information Technology Standards Committee, Singapura. Kini Pluit Solutions tak hanya mengembangkan bookjetty saja, juga melayani pembuatan web untuk perusaaan menengah di Amerika dan Singapura.

Melihat potensi anak muda yang sedemikian besar, seluruh komponen bangsa ini mulai pemimpin, pejabat, politisi, dan pihak swasta bersatu padu untuk mendorong dan memfasilitasi anak-anak muda untuk berkarya, berwirausaha, agar lapangan tenaga kerja tercipta dan martabat bangsa terangkat. Ayo, berusaha dan berkarya!





Saatnya Berbuat

28 02 2009

Berbuat Untuk Negeri Rasanya bangsa ini sudah bangkit seratus tahun Lebih beberapa hari. Rasanya bangsa ini sudah reformasi sepuluh tahun Lebih beberapa hari. Tapi rasa-rasanya nasib bangsa ini Masih saja berhenti. Jangan membiarkan reformasi mati suri Jangan mengganggap demokrasi tiada arti Memang tiada perubahan berarti di negeri ini Sampai-sampai rakyat kembali mengelu-elukan yang sudah mati Padahal yang sudah mati pasti sedang kerepotan berjuang membela diri Menghadapi penghakiman ilahi Atas apa yang telah diperbuat di negeri ini Siapapun yang hadir disini Perlu merenungi, perlu menanyakan pada hati Sudahkah mempunyai kontribusi Sudahkah mempunyai solusi untuk negeri Hidup adalah perbuatan Perbuatan untuk kemaslahatan Semestinya kita berkaca Pada para pendiri bangsa yang bersahaja Yang tidak saling curiga Mampu duduk bersama untuk kepentingan negara Semestinya kita merenung Pada pahlawan yang jiwanya telah membubung Yang tidak saling bertarung Mampu meyakinkan diri untuk bergabung membentuk Indonesia yang agung Semestinya kita memaknai Pada kebangkitan Budi Utomo yang menyemangati Yang tidak saling bertikai Mampu bangkit menegakkan diri dan mandiri Semestinya kita menghidupkan Semangat Sumpah Pemuda yang menggerakkan Yang tidak saling melemahkan Mampu menyatukan jiwa muda yang berkehendak untuk bertindak Semestinya kita mencontoh Soekarno Hatta yang memerdekakan dan menjadi tokoh Yang tidak saling cemooh Mampu membangun Indonesia sebagai bangsa yang kokoh Semestinya kita meneladani Perilaku Mohammad Natsir yang juga politisi Yang tidak mementingkan diri sendiri Mampu berperilaku santun dan penuh puji Semestinya kita menjalankan semangat pendiri negeri Yang tidak untuk pribadi Mampu berkorban sepenuh hati Mereka adalah orang-orang yang terpuji Memperjuang kemerdekaan dan kemakmuran negeri Menghapus di kamus kata-kata kolusi Dan membuang jauh kata-kata korupsi Jangan biarkan niat dan tekad pendiri bangsa sirna begitu saja dan tanpa makna Durhaka rasanya bila mengabaikan cita-cita mulianya Mereka telah berkorban dengan darah dan air mata Selalu menyanjungkan kata mulia berupa doa Untuk kita, anak cucunya Mereka tak ingin kita sengsara Mereka berjuang sampai terluka Sampai terbunuh di medan laga Demi kemerdekaan negara Indonesia Kita balas budi baik mereka dengan berbuat Berbuat yang tak hanya niat Berbuat yang sungguh-sungguh dan bukan sesaat Membuat rakyat jadi bersemangat Bercita-cita dan menjadi manusia hebat Tuhan telah menciptakan bangsa ini dengan suka cita Lihat saja! Rakyatnya ramah, perilakunya mulia Alamnya sempurna Kekayaannya? LUARR BIASA Namun kenapa masih banyak derita Atau karena penguasa yang salah kelola? Atau malah tak mau sungguh-sungguh berusaha Yang pasti,…… karena PAN belum berkuasa Hidup adalah perbuatan Perbuatan untuk kebajikan Saatnya menghiasi hidup dengan perbuatan Berbuat untuk keutamaan Berbuat dengan keyakinan Berbuat yang menghasilkan Solusi buat rakyat yang ramah Solusi buat negeri yang indah Solusi buat alam yang berlimpah Solusi buat generasi yang lebih cerah Mengubah rakyat yang tersenyum kecut jadi bungah Mengubah negeri yang sekarat jadi megah Mengubah negeri yang melarat menjadi gemah ripah Menghasilkan generasi mendatang yang tidak susah Memang kita perlu Menyebarkan hal-hal bermutu Cara berpikir dan paradigma baru Atau bahkan pemimpin baru yang tidak kepala batu Pemimpin yang membuat keputusan penuh kebajikan Politisi yang tak melupakan amanat yang diemban Agamawan yang mengajarkan keteladanan Cendekiawan yang menghasilkan kegunaan Akademisi yang mewariskan keilmuan Budayawan yang mencontohkan kesantunan Usahawan yang juga dermawan Pemuda yang punya prestasi menawan Dan rakyat yang bukan pangantri BLT dan tak hanya berpangku tangan Hidup adalah perbuatan Perbuatan untuk kemakmuran Saatnya menyunting hati rakyat Memikat pemberi amanat dengan program hebat Yang memakmurkan dan menyejahterakan rakyat Menjadikan wisata dan budaya tak sia-sia Memberdayakannya sebagai sumber devisa Yang mampu mengangkat martabat bangsa Bukan membiarkannya begitu saja Baru teriak kalau dicuri tetangga Ada bom dan tiada sama saja, tidak beda Hanya mampu mendatangkan lima juta Padahal bangsa Indonesia lebih kaya budaya Daripada negeri tetangga Yang mampu mendatangkan wisatawan empat kali lipat daripada kita Aneh bila negeri penghasil minyak Rakyatnya tak bisa tidur nyenyak Mahasiswanya terus mendobrak Hanya gara-gara naiknya harga minyak Semestinya kita bisa mendapatkan berkah Mampu menjadikan bangsa ini mewah seperti bangsa-bangsa di Timur Tengah Bukannya tambah gundah dan makin susah Kebijakan energi mesti diubah tata kelola Tetap harus menjadikan rakyat yang utama Bukan menguntungkan segelintir orang saja Apalagi,….. hanya menguntungkan penguasa Kita semua dituntut lebih kreatif Menemukan energi alternatif Sebuah kontribusi untuk rakyat yang efektif Dan juga solutif Dengan tanah yang subur Rakyatnya sudah seharusnya hidup makmur Tak cukup hanya makan bubur Apalagi bermasa depan kabur Ketahanan pangan diperjuangkan Pertanian menjadi sektor unggulan Diutamakan karena untuk kemakmuran Yang bisa menyelamatkan Saatnya mengembangkan jiwa wirausaha Mendorong bangsa jadi bangsa pengusaha Agar mampu membuka lapangan kerja Menjadi mandiri dan berjiwa merdeka bukan peminta-minta Hilangkan sikap ragu, menyerah dan pesimis Kembangkan sikap optimis Agar rakyat mampu tersenyum manis Dan tidak terus meringis karena semuanya habis Hidup adalah perbuatan Perbuatan untuk kemuliaan Saatnya semua berbuat untuk anak cucu kita Perbuatan mulia sebisa kita Siapa saja, dan saat ini juga Untuk hidup yang lebih utama Agar generasi mendatang tak mengecap kita sebagai pengkhianat bangsa Karena tak mampu memperjuangkan dan mewujudkan mimpi mereka yang sederhana Menjadi bangsa yang mandiri, bermartabat dan disegani dunia Dulu, Rasulullah pun telah beramanat pada kita untuk tidak jadi pengkhianat¼br /> Untuk tidak memperdagangkan suara rakyat Pengkhianat paling besar adalah Penguasa yang memperdagangkan rakyatnya Itu kata Muhammad Seperti Ath Thabrani telah meriwayat Jangan memperdagangkan suara rakyat! Jangan jadi pengkhianat amanat! Menjadi manusia Indonesia baru itu lebih bermartabat! Dengan membela nasib rakyat Salam kebangkitan bangsaku Salam Indonesia baru HIDUP ADALAH PERBUATAN





Saatnya Berbuat untuk Banjarnegara

23 01 2009

Permasalahan Banjarnegara belum juga tuntas,

Pendidikan yang tertinggal, sekolahan rusak, jalan yang rusak dan akses jalan yang belum terbuka, permasalahan kesehatan masyarakat yang tak kunjung selesai di tambah informasi yang tak sampai pada masyarakat semakin membuat Banjarnegara terpuruk dan jatuh miskin. Anak anak wajib sekolah tapi pengangguran semakin banyak. Petani tak lagi punya sawah atau ladang. Sebagai Kabupaten termiskin ke dua di Jawa Tengah tentu perlu banyak berbenah untuk mengejar ketertinggalan. Saran Kritik dan pemikiran seluruh lapisan masyarakat Banjarnegara sangat di perlukan. Dan sekarang adalah saat yang tepat “Berbuat untuk Banjarnegara Tercinta”





PETA MERDEN

24 07 2008

MY LOVELY COUNTRY





JUJUR, CERDAS, MUDA, AMANAH DAN BERANI

18 07 2008

Kaum muda selalu saja menempati sebuah posisi yang strategis, oleh karena keberadaannya selalu diperhitungkan dan menjadi harapan serta tumpuan bagi proses peradaban umat manusia. Tidak saja saat ini namun masa depan sebuah bangsa, yang menginginkan kebermartabatan, keadilan dan kemakmuran serta cita-cita yang luhur untuk kemanusiaan.

Indonesia sebagai bangsa yang besar, merasakan kehadiran pemuda dalam setiap nafas dan kehidupan rakyat Indonesia. Bagaimana peran pemuda dijaman penjajahan memberikan makna, kesan dan ingatan yang sungguh mendalam dan sangat berarti saat itu, dengan penyatuan visi kebangsaannya secara universal dalam bingkai dan semangat nasionalisme. Betapa eksistensinya yang besar bagi perubahan di negeri ini dan potensinya yang dimiliki oleh kaum muda dalam menggerakkan dan menggelorakan spirit nasionalisme rakyat kita, yang menginginkan kemerdekaan sejati, terlepasnya belenggu-belenggu kenistaan, keterbelakangan dan pembodohan rakyat Indonesia atas cengkraman penjajah rejim kolonial. Yang bukan saja merugikan dan merendahkan harkat dan martabat manusia dibumi pertiwi namun juga menghempaskan nilai-nilai sisi kemanusiaan yang sangat dijunjung tinggi dan dihormati bangsa-bangsa didunia ini.

Secara historis tersebut cukup membuktikan geliat politik kaum muda, yang hingga saat ini masih terus dan tetap membara dalam setiap perubahan jaman. Pengalaman sejarah bangsa akan terus dipenuhi oleh jiwa semangat pembaharu, sebagai agent of change, agent of control, predikat yang dipunyai kaum muda yang takkan hilang ditelan jaman. Menghantarkan peradaban manusia kepada nilai-nilai hakiki kemanusiaan yang takkan dinilai oleh sekedar materi dan lingkaran kekuasaan. Era kolonial pemuda memiliki tekad dan kemampuan keras agar bebas dari penjajahan, ditahun-tahun revolusi pemuda menjadi pelopor terbentuknya negara Indonesia, pergantian rejim apapun, pemuda selalu menyertai dan mewarnai dinamika politik bangsa ini. Era reformasi yang sekarang kita rasakan tidaklah lepas dari eksistensi kaum muda dan mahasiswa. Pengalaman itu mungkin saja akan terus disuarakan dan dikumandangkan bagi pemuda, oleh karena sebagai gerak motivasi perjuangan kaum muda itu adalah untuk melawan setiap bentuk kesewenang-wenangan penguasa yang tirani terhadap ketertindasan rakyat, keprihatinan rakyat yang masih terjebak dalm kelaparan dan kemiskinan yang mendera mereka, kebobrokan sistem pemerintahan yang telah mapan dan mentalitas elite penguasa yang cenderung korup dan telah bobrok. Motivasi ini tumbuh dan berkembang sejalan dengan realitas dan perjalanan sosial historis anak bangsa.

Kecondongan pandangan kaum muda yang selalu bergerak dan berpihak pada kaum terpinggirkan atau kaum mustadh’afin itu akan terus menyirami spirit dan naluri perjuangannya dalam aneka persoalan kehidupan. Ketidakadilan sosial atas pembodohan masyarakat didalam sistem yang dikendalikan oleh penguasa korup senantiasa terus digugat dan dikritisi secara massif dan progressif., semuanya tidak lain untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat dan perbaikan sistem secara adil. Secara politik, posisi kaum muda dihadirkan pada pihak oposan, pihak yang mengkritisi setiap kebijakan yang dinilai menyengsarakan rakyat. Revolusi kemerdekaan yang jelas perjuangannya untuk memperebutkan hak bangsa secara mandiri dari penjajah ataupun setiap pergantian rejim yang melepaskan belenggu penindasan penguasa dari ketidakadilan ataupun perguliran reformasi yang merupakan peralihan rejim dan sistem dari otoritarianisme menuju demokrasi yang menuntut keterbukaan, kebebasan berpendapat, penegakkab supremasi sipil dan hukum maupun kesejahteraan masyarakat adalah bagian dari torehan perjuangan kaum muda.

Sebagai sarana penyaluran aktivitas kepemudaan dibutuhkan kelembagaan/institusional yang mampu memberi bentuk atas ruh semangat itu. Kaum muda dari kalangan intelektual, mahasiswa, kaum-kaum terpelajar berperan sebagai sumbu setiap aktivitasnya. Predikat sebagai generasi penerus bangsa tentu tidak mudah bagi mereka. Saat ini kehadirannya diharapkan memberi

solusi atas permasalahan bangsa yang semakin kompleks. Kita lihat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, yang dinilai hanya memiliki jangka pendek, tidak memberi jaminan kesejahteraan social dan rasa aman serta pragmatis sifatnya, mereka hadir berada pada garda depan dalam menyikapi dan mengkritisinya. Kondisi budaya yang mapan dan mengakar dimasyarakat yang bersifat patriarkhi, monolistik, kaku dan korup mereka turut memperjuangkan dalam merevitalisasi, menciptakan budaya yang demokratis, plural bahkan mendekonstruksikan tatanan budaya uang sifatnya korup, monopolistic dan merusak.

Idealisme pemuda yang tercipta dari sbuah lingkungan akademis dan intelektual turut menumbuhkan pemikiran yang jernih lepas dari kepentingan-kepentingan kelompok (group interest) serta menjadikan kemadirian sikap dan tindakan yang tidak terkooptasi oleh kemauan ataupun hasrat mencoba masuk dan terjerat dalam lingkaran kekuasaan. Optimismenya membangkitkan dan memberi pengharapan yang pasti. Pengetahuannya memberikan pencerahan dan pemahaman yang substansial akan persoalan yang dihadapi rakyat. Walaupun memang banyak perbedaan yang dihadapi oleh mereka sendiri, tapi hal ini tidak menjadi luntur dan lenyap atas visi dan cita-citanya yang dibangunnya. Hal itu pula kemudian mereka dapat bertahan dan terus eksis ditengah-tengah hempasan dampak arus modernisasi yang ditandai oleh budaya hidup dalam kesenangan sesaat (hedonisme), pola hidup instan yang ingin meningkatkan tingkat dan status ekonominya, yang kesemuanya itu merontokan nilai-nilai idealisme dan menggunakan cara pandang sempit dan selalu diukur diatas materi.

Sungguh ironis, pada satu sisi kesulitan-kesulitan yang mendera rakyat kecil yang belum tertangani dan pemuda diharapkan kehadirannya minimal keberpihakan terhadap kaum miskin yang lemah, disisi lain mungkin saja ada dari mereka yang menodai pengharapan rakyat dengan berperilaku hedonis, berpola hidup instan, dan pragmatis serta haus terhadap kekuasaan, demi meneguk kepuasan materiil. Hal ini kemudian seakan peran dan eksistensinya tercerabut dari prinsip dan nilai dasarnya yang seharusnya mereka pegang teguh. Bukan tanpa alasan, ketika pemuda yang seharusnya menjadi lokomotif perubahan dan perjuangan rakyat dalam membebaskan belenggu keterbelakangan disetiap sisi kehidupan seolah menandakan terkikisnya daya kritis, matinya daya dobrak inteleknya yang pada akhirnya mengarah kepada kecenderungan bersikap oportunis, lunak dan menjadi arogan.

Dinamika kehidupan pemuda dalam eksistensinya, menyuguhkan pelbagai pertentangan ideologi, egoisme kelompok, klaim-klaim kebenaran yang dianutnya. Hal yang kemudian menjadi jurang pemisah yang tajam tersegmentasinya pergerakan kaum muda dan mahasiwa dalam menyuarakan kepentingan rakyatnya. Saatnya pemuda harus mengembalikan citranya sebagai agent of change, agent of control, dan lebih berpihak pada kaum lemah terpinggirkan, agar mereka terus eksis, disegani setiap generasi dan didambakan masyarakat bahkan diperhitungkan oleh penguasa. Menancapkan kembali daya kritis, intelektualnya dalam mewujudkan masyarakat madani, sejahtera, adil dan makmur.