Karang Taruna Urang Jaya

Gerakan generasi muda merden

DESA KARANG TARUNA  SEBAGAI POLA PEMBERDAYAAN DAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAAN

Berpijak pada gagasan membentuk Desa Karang Taruna sebagai alternatif, membuat pola pembangunan pedesaan dengan melalui pemberdayaan Karang Taruna. Maka pada hakekatnya Karang Taruna sudah memenuhi persyaratan untuk dapat dikembangkan sebagai Infra Struktur sosial di pedesaan/kelurahan.

Sebagai infra struktur sosial, maka seharusnya posisi Karang Taruna dapat dianggap sebagai partner Pemerintah untuk mengembangkan pembangunan pedesaan. Infra struktur sosial mempunyai misi membawakan aspirasi masyarakat untuk menyuarakan pembangunan pedesaan. Suara pembangunan pedesaan akan semakin padu dan bulat manakala peranan pemerintah (supra struktur) dan Karang Taruna sebagai infra struktur sosial seiring seirama jalannya.

Profesionalisme KT sangat dituntut sebagai organisasi Infra struktur sosial karena peranan dan fungsinya sebagai pelayan pembangunan dianggap sangat strategis. Kiranya tidak menutup mata bahwa masih banyak kondisi Karang Taruna yang belum memenuhi persyaratan profesional.

Pada kenyataan, kualitas KT pada saat ini sebagian besar pada klasifikasi Karang Taruna tumbuh sebagian lagi berkembang. Oleh karena itu Pemerintah Daerah c.q Dispenduk di dalam fungsinya sebagai pembina teknis utama dan dinas/instansi lain sebagai pembina teknis, mempunyai kawajiban untuk meningkatkan secara terus menerus kualitas Karang Taruna. Upaya peningkatan kualitas Karang Taruna harus diimbangi oleh Karang Taruna dalam memotivasi untuk mengembangkan peranan dan fungsinya secara optimal agar tercapai desa Karang Taruna. Adapun langkah yang harus ditempuh    antara lain :

  1. Penataan management organisasi;
  2. Menumbuhkan dan mengembangkan kader-kader profesional;
  3. Penguasaan teknologi pedesaan;
  4. Peningkatan dan pengembangan program kegiatan.

A.    Penataan Management Organisasi sebagai langkah nyata untuk menjawab tantangan persoalan organisasi. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

  1. Konsolidasi Organisasi;
  2. Tatanan/mekanisme organisasi yang terarah pada pengembangan Pokja-pokja;
  3. Peningkatan koordinasi dan komunikasi;
  4. Penataan administrasi yang lebih tertib.

Ruang lingkup penataan management proses organisasi Karang Taruna hendaklah berjalan searah dengan pembangunan pedesaan, dimana tiap-tiap desa akan mempunyai karakter-karakter yang berbeda. Dengan demikian warna dan corak penataan management Karang Taruna akan berbeda satu sama lainnya.

B.    Menumbuhkan Dan Mengembangkan Kader Profesional Karang Taruna

Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang mempunyai fungsi pelayanan. Oleh sebab itu Karang Taruna mampu berpartisipasi secara aktif di dalam proses pembangunan pedesaan.

Kondisi sosial yang diharapkan Karang Taruna mampu berfungsi sebagai perencana dan sekaligus sebagai pelaksana pembangunan pedesaan. Namun demikian didalam kenyataannya memang masih di jumpai banyak kendala dan tantangan yang dihadapi Karang Taruna yang antara lain :

  1. Kegiatan Karang Taruna yang masih bersifat rekreatif dan hanya sekedar pengisi waktu luang;
  2. Kurangnya kader profesional;
  3. Kurang tanggapnya sikap masyarakat terhadap pengembangan kualitas Karang Taruna;
  4. Keraguan Pemerintah Desa terrhadap potensi Karang Taruna sehingga sedikit dibri peluang pada peran pembangunan.

Semua kendala-kendala yang disebut diatas, memang merupakan tantangan bagi eksistensi Karang Taruna. Oleh sebab itu maka pembenahan diri Karang Taruna, khususnya pada anggotanya dituntut untuk selalu meningkatkan kadar kualitas diberbagai bidang didalam menghadapi kondisi sosial/yang berkembang.

C.    Penguasaan Teknologi Pedesaan

Kemampuan & penguasaan  menerapkan teknologi pedesaan, yaitu teknologi sederhana yang dapat digunakan oleh setiap atau yang dapat digunakan secara secara langsung dalam proses pembangunan. Dengan demikian Karang Taruna tidak memerlukan teknologi tinggi untuk berperan aktif di dalam pembangunan.

Teknologi sederhana yang harus dikuasai Karang Taruna adalah teknologi yang mampu memadukan berbagai potensi di daerah pedesaan/kelurahan, antara lain :

  1. Penguasaan teknologi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, seperti misalnya penerapan usaha-usaha koperasi dan lain sebagainya;
  2. Teknologi yang dapat mengembangkan potensi SDA seperti misalnya teknologi pengolahan lahan kering, pengolahan pasca panen dll;
  3. Penguasaan teknologi terapan yang manfaatnya dirasakan secara langsung.

Dari gambaran-gambaran penguasaan teknologi yang dimaksud sebenarnya amat berkaitan dengan issue sentral yang sekarang sedang berkembang di tingkat pedesaan yaitu masalah perluasan lapangan kerja., masalah pengangguran, masalah urbanisasi yang tak terkendali dan masalah ketelantaran. Oleh sebab itu, maka penguasaan teknologi  terapan hendaknya diukur manfaatnya untuk mangatasi dan mengantisipasi permasalahan-permasalahan diatas.

Semakin tinggi tingkat kepekaan Karang Taruna terhadap persalahan yang terjadi sangat tergantung pada penguasaan teknologi tersebut diatas.

D.    Peningkatan dan Pengembangan Program Kegiatan

Yang  dimaksud peningkatan dan pengembangan program kegiatan, adalah program yang banyak terkait dengan program pembangunan pedesaan.

Sementara itu kita ketahui bahwa pembangunan pedesaan dari tahun ke tahun semakin berfariasi dan kompleks, terutama bila dikaitkan dengan pemecahan permasalahan-permasalahan pembangunan di pedesaan.

Upaya yang paling tepat yang harus dilaksanakan Karang Taruna adalah menyesuaikan program-programnya sesuai dengan bentuk dan warna program pembangunan pedesaan. Gambaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Desa  dan LP3M, hendaknya tercermin juga pada program Karang Taruna. Oleh sebab itu diharapkan Karang Taruna aktif ke dalam proses perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan desa.

Indikasi keterlibatan Karang Taruna dalam proses pembangunan menuju desa Karang Taruna akan terlihat demi kegiatan-kegiatan Pokja-pokja yang dibentuk dan dikembangkan berdasarkan pada kepentingan-kepentingan pembangunan. Semakin luas pokja yang dikembangkan semakin menunjukan Karang Taruna berperan aktif  di dalam pembangunan.

Adapun Pokja-pokja tersebut bisa berfariasi sesuai dengan kebutuhan desa setempat, misalnya Pokja UEP, ROK, UKS, Seni Budaya, Politik dll.

 Demikian gambaran tentang upaya strategis yang dilaksanakan Karang Taruna pada pemberdayaan SDA & SDM dalam menuju DESA Karang Taruna di Pedesaan.

4 responses

22 04 2009
siti juhariah

ada profil karang taruna ga?
boleh minta,tahun berdiri,jumlah anggota?

25 04 2009
sigit dwi antoro

Karang Taruna Urang JAya berdiri tanggal 12 Januari 1979, jumlah pengurus 50 orang jumlah anggota tidak terbatas

16 12 2009
ahmad SYHDN

Karang Taruna URANG JAYA memang yahuud deh, ada pantun melayu deli MEDAN untuk para pemuda yang mau maju……

“Barakik – rakik kahulu
baranang – ranang ka tapian

Basakit -sakit dahulu
Ba sanang -sanang kemudian

18 10 2010
jiwa yuda pinandita

bagussssssssss 10000000 x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: